Gelanggang Samudra sebagai suatu lembaga konservasi ex-situ, sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.53/Menhut-II/2006, lembaga ini berkewajiban untuk menjalankan fungsi utama lembaga konservasi yaitu pengembangbiakan dan atau penyelamatan satwa dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Program breeding lumba-lumba di lembaga ini telah berjalan selama lebih dari 30 tahun sejak lembaga ini didirikan. Hingga saat ini lumba-lumba yang telah lahir sebagai hasil dari program breeding sebanyak 32 ekor. Lumba-lumba ke 32 baru saja lahirpada pertengahan februari dari pasangan lumba-lumba terpilih yang memang sengaja digunakan dalam program breeding.

Pada awalnya kedua lumba-lumba ini dipasangkan bersama dalam satu kolam pada akhir desember 2007 dengan tujuan agar terjadi perkawinan dan diharapkan terjadi kehamilan. Ketika perkawinan sudah sering teramati dan beberapa minggu kemudian terjadi perubahan pada fisik lumba-lumba betina, tim kesehatan hewan sudah merasa curiga dan berharap kalau-kalau lumba-lumba betina mengalami kehamilan. Pemeriksaan level hormon progesterone pertamakali dilakukan pada bulan april 2008 dan didapatkan angka 31,8 ng/ml, dan merupakan angka yang cukup tinggi untuk mengindikasikan kehamilan.

Untuk mempermudah pengamatan dan perawatan, pada bulan april lumba-lumba betina akhirnya dipindahkan di sebuah kolam perawatan khusus. Di kolam baru ini pengamatan, pemeriksaan, dan perawatan terhadap dugaan kehamilan menjadi lebih intensif.

Selain dilakukan pengamatan pada berubahan bentuk fisik dan tingkah laku, pemeriksaan berkala terhadap level hormone progesterone dilakukan dan selalu didapatkan hasil diatas level 30 ng/ml. Untuk mendapatkan diagnosa positif terhadap dugaan kehamilan lumba-lumba ini, dilakukan pemeriksaan Ultrasonography. Pemeriksaan ini menggunakan USG bermerk Aloka ”Echo Camera SSO-500”. pada pemeriksaan USG, terlihat adanya fetus di dalam rahim lumba-lumba betina. Dan dari ketiga parameter kehamilan lumba-lumba seperti perubahan bentuk fisik, bertahannya hormone progesterone di level yang tinggi, dan terlihat adanya bentukan fetus di dalam rahim, maka tim kesehatan hewan pun mendiagnosa bahwa telah terjadi kehamilan pada Lumba-lumba betina.

Perawatan yang dilakukan terhadap Lumba-lumba betina sudah dilakukan semenjak diagnose masih berupa dugaan kehamilan. Pemilihan ikan-ikan sebagai pakan yang berkualitas baik menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan lumba-lumba. Selain itu pemberian supplemen dan multivitamin supporting, wajib diberikan untuk mempertahankan kondisi fisik lumba-lumba dalam mempertahankan fetus yang dikandungnya agar selalu dalam kondisi prima.

Dari pengamatan yang terus dilakukan tampak bahwa lumba-lumba betina mengalami penurunan nafsu makan dan perubahan tingkah laku. Kejadian ini terjadi selama kurang-lebih 1 minggu dan puncaknya pada 11 Februari 2009 lumba-lumba betina sama sekali tidak mau makan. Dari pengamatan yang terus dilakukan tampak tanda-tanda yang mengarah ke proses kelahiran semakin nyata. Dimulai dari gerakan-gerakan aktif berkeliling kolam menunjukkan terjadinya kontraksi, organ-organ reproduksi juga tampak semakin berkembang, dan beberapa kali terjadi pengeluaran cairan dari vagina.

Kurang dari 24 jam dari tanda-tanda yang terjadi diatas, lumba-lumba betina mengalami kontraksi, terlihat dengan gerakan melompat ke permukaan air dan kemudian terlihat ekor dari bayi lumba-lumba yang keluar melalui vagina sang induk. Diawali dari ekor, fetus perlahan-lahan keluar,, induk masih bergerak aktif berkeliling kolam, kontraksi masih terjadi. Setelah 1,5 jam dari mulai keluarnya ekor, terlihat gerakan berputar dari induk, kontraksi hebat terlihat, dan dalam hitungan detik bayi lumba-lumba terlahir di dalam air.

Lumba-lumba baru saja terlahir, menambah jumlah lumba-lumba penghuni lembaga konservasi ini. Dari respon dan reflek yang terlihat tampak bahwa sang induk maupun sang bayi sehat tanpa ada gejala-gejala yang menunjukkan adanya gangguan baik perolehan maupun bawaan. Pengamatan terus dilakukan hingga saat ini, perawatan terhadap newborn baby menjadi prioritas disamping menjaga kesehatan sang induk agar selalu prima.

Semoga sedikit info ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang kehamilan dan kelahiran pada lumba-lumba. Sekian, semoga bermanfaat dan Terima kasih.

Advertisements